Tulisan ini dibuat untuk mereka, mereka yang tak hilang asa…

Suatu malam disebuah tempat makan dipinggir jalan, menikmati nikmatnya sop kaki sapi, menikmati indahnya malam, dan ditemani orang terkasih menyempurnakan malam itu.

Dari jauh mulai terdengar petikan ukulele dan suara nyaring mereka, makin lama makin jelas suaranya. Mereka berdiri, dan menyanyikan sebuah lagu yang asing ditelingaku (lagu apa pikirku?). Ku hentikan makan ku, lalu ku cermati kata-kata dilagu itu. Tak begitu hafal liriknya, tapi dalam lagu itu menggambarkan bahwa  mereka melakukan ini bukan karena keinginan mereka, mereka tak seberuntung kita,  mereka butuh uang untuk makan, untuk membantu orang tua.

Selesai mereka bernyanyi aku bertanya dengan pertanyaan ringan, ternyata mereka memiliki komunitas pengamen jalanan, dan lagu yang tadi mereka nyanyikan adalah lagu yang mereka citakan khusus untuk mencari sebuah koin. Mereka tidak mampu untuk bersekolah, kegiatannya hanya dengan komunitasnya dan dengan kegiatan malamnya.

Mengusap dada…

Ya Tuhan…Betapa sombongnya aku yang tak mau bersyukur atas nikmat-Mu…

Maafkan aku Tuhan…

Siapa yang harus disalahkan atas kondisi mereka…?!Yang kaya makin berada, yang miskin makin tak punya…

Siapa yang seharusnya bertanggung jawab kesejahteraan mereka…?!Itu bukan kapasitas mereka, mencari uang demi perut kenyang…

Mana ayah-ibu mu dik…?

Advertisement